
Kediri, Metroone.com – Desakan menuntut pencopotan Kepala SMKN 1 dan Kacabdin Kediri kian memanas, Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) bersama aliansi jurnalis Kediri Raya mendesak Gubernur Jawa Timur untuk mengambil tindakan Tegas atas Carut Marutnya Pendididkan di Kabupaten Kediri dan Kota Kediri
Seperti yang di katakan Ketua LSM-MMCBS ABSAR, dari Carut marutnya Pendidikan di Kediri di sebabkan oleh Dugaan beberapa faktor yang salah satunya adalah maraknya Pungli di sekolah-sekolah, yaitu Dugaan Pungli yang meliputi Penerimaan Murit baru, tarikan untuk pembayaran daftar ulang untuk murit klas 10 yang naik ke klas 11 dan daftar ulang dari klas 11 naik ke klas 12, nominal modus Daftar ulang tersebut sangat bervariatif tergantung dari setatus sekolah yang biasa dan yang mendapat Julukan Favorit, besarannya bisa mencapai Rp. 1.200.000,- hingga Rp.2000.000,- per siswa, Jadi kalo rata-rata SMAN/ SMKN Muritnya 1000 sisswa, Sekolah yang bersangkutan bisa meraup Rp 2 M / tahun dari modus daftar ulang saja belum lagi modus – modus Pungli yang lainnya Masih banyak lagi.
Dari Dugaan pungli di sekolah-sekolah tersebut seakan akan siswa hanya di Jadikan obyek untuk memperoleh penghasilan belaka bukan lagi sekolah untuk meraih Prestasi akademik karena di Kediri telah tumbuh subur berbagai pungli sehingga pendidikan di SMKN/ SMAN di Kediri terkesan Carut Marut, untuk itu Masyarakat kediri meminta kepada Gubernur Khofah idar Parawansa sebagai Pembina Kacabdin di Jawa Timur untuk Mecopot Kacabdin Kediri Adi Prayitno sebagai Pertanggung jawabannya. ** Nabil.red