
Kediri, Metroone.com — Gelombang protes menuntut pencopotan Kepala SMKN 1 Kota Kediri kian memanas. Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) bersama aliansi jurnalis Kediri Raya mendesak Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Kediri untuk mengambil tindakan tegas berupa pencopotan atau penonaktifan (non-job) terhadap oknum kepala sekolah tersebut.
Langkah ini dinilai krusial demi memulihkan kondusifitas lingkungan pendidikan serta menyikapi dugaan aksi provokasi siswa dan doxing (penyebaran informasi pribadi tanpa izin) yang memicu kegaduhan publik.
Ketua LSM RATU (Rakyat Muda Bersatu) Kediri, Saiful Iskak, menegaskan bahwa tindakan tegas dari pihak dinas sangat diperlukan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. Menurutnya, oknum pimpinan sekolah tersebut terkesan arogan dan sudah berulang kali membuat polemik.
”Ini sudah kedua kalinya oknum Kepala Sekolah melakukan hal di luar batas kewajaran sebagai pimpinan. Sebelumnya ada peristiwa perselisihan dengan awak media yang melibatkan siswa. Kini, muncul dugaan teror terhadap warga bernama Agung Setiawan,” tegas Saiful.
Dugaan insiden doxing ini bermula saat nomor kontak warga tersebut diduga disebarkan ke grup internal sekolah. Dampaknya, korban menerima intimidasi, makian, hingga ancaman via WhatsApp dari sejumlah nomor asing.
Saiful menambahkan, jika pihak Cabang Dinas Pendidikan tidak segera bertindak, aliansi masyarakat sipil mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa dengan massa yang lebih besar ke berbagai instansi tingkat provinsi, **Nabil.red