Berita

Main Kotor di Balik Meja! Oknum BRI Pare Diduga Gadaikan Sertifikat Warga Tanpa Izin

371
×

Main Kotor di Balik Meja! Oknum BRI Pare Diduga Gadaikan Sertifikat Warga Tanpa Izin

Share this article

 

KEDIRI – Skandal serius mengguncang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pare, Kabupaten Kediri. Seorang warga, Insudarto, nyaris kehilangan rumah miliknya akibat dugaan penggelapan jaminan oleh oknum pegawai bank. Tanpa sepengetahuan maupun persetujuannya, sertifikat rumah atas namanya tiba-tiba menjadi agunan kredit atas nama orang lain.

 

Peristiwa mencengangkan ini bermula ketika anak kandung Insudarto, Kristian, menyerahkan sertifikat rumah itu kepada seorang perempuan bernama Sari di awal Januari 2025. Namun belakangan, Sari mengaku sertifikat tersebut sudah diberikan kepada temannya. Hingga kini, keberadaan dokumen penting itu raib entah ke mana.

 

Ironisnya, pihak keluarga baru mengetahui rumah mereka dijadikan agunan kredit ketika petugas BRI Unit Pare datang dengan niat menyita rumah. Alasannya, rumah itu telah digunakan sebagai jaminan kredit atas nama seorang debitur bernama Yusak. Padahal, Insudarto tak pernah merasa menyetujui maupun mengetahui transaksi tersebut.

 

Ketua LSM Ratu, Saiful Iskak, mengecam keras dugaan kredit fiktif ini. Ia menyebut praktik semacam ini sebagai bentuk penipuan yang sistematis dan terorganisir, bahkan berpotensi masuk dalam ranah tindak pidana korupsi.

 

“Jika benar ada penggunaan identitas tanpa izin dan penyalahgunaan wewenang dalam pemberian kredit, ini bukan sekadar kelalaian. Ini adalah kejahatan serius yang harus diproses secara hukum,” tegas Saiful.

 

Ia menambahkan, pelaku bisa dijerat dengan pasal berlapis, termasuk penipuan, pemalsuan dokumen, hingga korupsi. Saiful mendesak kepolisian dan OJK untuk turun tangan menyelidiki kasus ini hingga tuntas.

 

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak BRI Unit Pare belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan Liputanmetroone.com juga belum mendapatkan jawaban.

 

Kasus ini membuka tabir gelap lemahnya pengawasan internal lembaga keuangan milik negara, sekaligus memperlihatkan betapa rentannya masyarakat kecil menjadi korban permainan oknum tak bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *