
Kediri Metroone.com — Alpukat sudah lama menjadi primadona bagi masyarakat karena buah ini memiliki cita rasa yang lezat dan juga mengandung banyak vitamin di dalamnya. Buah ini banyak diolah menjadi berbagai makanan dan minuman seperti juice, es teler, bahan tambahan roti, dan masih banyak lagi. Salah satu petani alpukat asal Temanggung berhasil mengembangkan alpukat jenis hass yang banyak diminati pasar luar negeri.
Beliau adalah Pak Subeno, petani ramah yang sukses membudidayakan alpukat sejak tahun 2014 silam. Di kebun seluas 8 hektar beliau menanam alpukat dengan berbagai varietas, salah satunya adalah alpukat unggul jenis hass yang memiliki ciri khas tekstur kulit kasar namun dagingnya tebal dan pulen. Kelebihan lain alpukat jenis hass tidak mudah busuk dan berubah warna saat disimpan. Tak heran jika jenis alpukat ini memiliki harga yang relatif lebih mahal dibandingkan alpukat jenis lokal. Alpukat Haas akan tumbuh dengan baik pada lahan di ketinggian 800-1.500 mdpl.
Pak Subeno menuturkan bahwa supaya sukses dalam membudidayakan alpukat tidak cukup hanya memaksimalkan perawatan dan pemupukan, namun dimulai dari awal atau dasarnya harus benar dulu. Sebelum menanam alpukat hal paling krusial yang harus diperhatikan yaitu pemilihan bibit. Bibit yang digunakan harus jelas asal usulnya, jangan tergiur dengan harga yang murah tetapi tidak berkualitas. Bibit yang berkualitas berasal dari indukan yang sudah berbuah sebanyak minimal 3 kali dengan hasil yang konsisten meliputi kuantisan hasil panen, kadar air buahnya, dan bentuk buahnya (ukuran dan bobot). Menariknya pohon alpukat yang dibudidayakan oleh Pak Subeno ini dapat berbuah hanya dalam waktu 1 tahun dimulai dari bibit ukuran 1 meter.
Tips Agar Bisa Panen Umur 1 tahun
- Pilih bibit yang berkualitas dan varietasnya disesuaikan dengan kondisi lingkungan kebun (ketinggian, suhu, curah hujan, dll).
- Buat lubang tanam dengan ukuran panjang 75 cm lebar 75 cm dan kedalaman 75 cm.
- Gunakan media tanam dengan perbandingan tanah 1: pupuk kandang 1: arang sekam 1. Kemudian tambahkan dolomit dan furadan lalu campurkan semua hingga merata. Tutup lubang dan media tanam dengan mulsa untuk difermentasi selama 2 minggu.
- Setelah 2 minggu mulsa bisa dibuka dan dilakukan penanaman bibit alpukatnya, jarak tanam yang digunakan berukuran 5 x 5 meter.
- Tutup kembali dengan mulsa untuk meminimalisir tumbuhnya gulma.
- Berikan pupuk susulan setahun 2 kali pada bulan oktober dan maret.
- Lakukan pruning pada saat awal musim hujan yang tujuannya untuk mengembalikan kemampuan tumbuh pohon alpukat.
Dalam proses budidaya alpukat ini Pak Subeno belum pernah mengalami kendala yang berarti karena dari awal penanaman sudah dilakukan dengan cara yang benar. Menurut penuturan beliau, 1 pohon alpukat haas sekali panen bisa menghasilkan buah alpukat sebanyak 1 kwintal. Harga alpukat di pasaran perkilonya sekitar 20 ribu, sehingga dalam 1 pohon dapat menghasilkan 2 juta rupiah. ** Absar Red )