Uncategorized

Mantan Ketua KPK Abraham Samad Ungkap Isi Pertemuan Presiden Prabowo dengan Tokoh Nasional, membahas penanganan Korupsi yang sangat akut

40
×

Mantan Ketua KPK Abraham Samad Ungkap Isi Pertemuan Presiden Prabowo dengan Tokoh Nasional, membahas penanganan Korupsi yang sangat akut

Share this article

Jakarta, Metroone. com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad mengungkap ada lima isu utama yang dibahas Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan tertutup bersama sejumlah tokoh nasional. Salah satu isu krusial yang mencuat dalam pertemuan tersebut adalah soal pelemahan KPK akibat revisi Undang-Undang KPK.

“Jadi saya diundang dalam kapasitas sebagai mantan Ketua KPK. Dalam pertemuan itu ada sekitar tujuh orang yang diundang, saya agak lupa detailnya,” ujar Abraham kepada wartawan, Minggu (1/2).

Ia menyebut, dari unsur pemerintah yang hadir antara lain Presiden Prabowo Subianto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Mayjen (Purn) Zacky Makarim. Selain itu, hadir pula Profesor Dr. Siti Zuhro dari BRIN dan sejumlah tokoh lainnya.

Menurut Abraham, pertemuan tersebut berjalan santai dan penuh dialog. Presiden Prabowo, kata dia, kerap menyelingi diskusi serius dengan candaan.

“Diskusinya cair, Pak Prabowo juga banyak bercanda. Tapi substansinya berat, membahas kondisi nasional,” katanya.

Selain itu, Abraham mengungkapkan, setidaknya ada lima pokok pembahasan yang disampaikan Prabowo dalam forum tersebut. Pertama, terkait upaya penyelamatan sumber daya alam Indonesia. Kedua, pemaparan program-program strategis pemerintah.

Selanjutnya, pokok pembicaraan ketiga adalah mengenai hasil pertemuan Presiden Prabowo dalam Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Keempat, kondisi pertumbuhan ekonomi nasional. Kelima, isu pemberantasan korupsi dan posisi KPK saat ini.

“Beliau cukup mempresentasikan banyak hal, mulai dari penyelamatan sumber daya alam, program pemerintah, sampai hasil forum ekonomi di Davos, Swiss. Itu semua dipresentasikan cukup panjang,” ujar Abraham.

Dalam forum tersebut, Abraham mengaku sempat dimintai pandangannya oleh Presiden Prabowo terkait upaya meningkatkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia. Ia pun menyarankan agar pemerintah menyusun roadmap pemberantasan korupsi yang menyentuh akar persoalan.

“Pertama saya bilang, pemberantasan korupsi selama ini tidak menyentuh akar masalah. Jadi harus menyentuh akar supaya efektif,” katanya.

Di samping itu, ia menambahkan bahwa jika merujuk pada United Nations Convention Against Corruption (UNCAC), terdapat empat aspek penting yang harus diperhatikan untuk memperbaiki IPK.

“Empat hal itu adalah foreign bribery, trading in influence, elite enrichment, dan commercial bribery,” jelas Abraham. ( Nabil. red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *